|
INFRASTRUKTUR
Pembangunan infrastruktur transportasi dan perhubungan merupakan upaya untuk meningkatkan dan memperlancar akses jalan-jalan yang sudah terbangun dengan wilayah-wilayah potensial.
Sampai dengan tahun 2005 total panjang jalan Kabupaten di Kabupaten Tebo adalah 748,77 Km. Secara umum kondisi jalan di Kabupaten Tebo dalam kondisi rusak. Kondisi jalan yang baik hanya mencapai 160,63 km (21,45%), kondisi sedang 170,94 km (22,83%), kondisi rusak ringan 126,25 km (16,86%) dan rusak berat 290,95 km (38,85%).
Di lihat dari persentase jalan yang rusak ringan dan rusak berat yang cukup tinggi dan panjang jalan dengan permukaan tanah yang masih dominan maka kedepan pemerintah Kabupaten Tebo tetap harus memperioritaskan perbaikan dan peningkatan prasarana jalan di wilayah Kabupaten Tebo.
Sementara itu panjang jalan kabupaten menurut jenis permukaannya di Kabupaten Tebo mengalami perkembangan. Dari tahun 2000 panjang jalan memiliki jenis permukaan aspal hanya sekitar 155,04 Km atau 20,83 %, permukaan kerikil 163,80 Km atau 22,00 %, dan yang masih memiliki jenis permukaan tanah sekitar 425,73 Km atau 57,18 %. Sedangkan untuk tahun 2005 panjang jalan yang memiliki jenis permukaan aspal meningkat menjadi 267,62 km atau 37,02% jenis permukaan kerikil sepanjang 138,30 km atau 19,13% dan jenis permukaan tanah turun menjadi 317,00 km atau 43,85 %.
Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ulu dan Rimbo Ilir merupakan kecamatan yang memiliki jalan terpanjang dan persentase jalan dengan permukaan tanah juga masih dominan. Sedangkan Kecamatan Tengah Ilir, VII Koto (termasuk VII Koto Ilir) dan Tebo Ulu merupakan kecamatan dengan jalan yang terpendek di Kabupaten Tebo. Bahkan di Kecamatan Tengah Ilir hanya diterdapat jalan dengan panjang 16,2 km. Untuk pembangunan lima tahun kedepan kondisi sebaran jalan yang sedemikian harus mendapat perhatian.
Kecuali ruas jalan, untuk menunjang kelancaran transportasi barang dan jasa juga diperlukan infrastruktur jembatan yang memadai. Sampai dengan tahun 2005 jumlah jembatan dengan kontruksi baja di kabupaten Tebo sebanyak 18 buah, jembatan beton 34 buah dan jembatan dengan konstruksi kayu masih sebanyak 13 buah. Untuk sebaran jumlah jembatan berdasarkan konstruksinya di masing-masing kecataman di Kabupaten Tebo dapat dilihat pada gambar 4.2.3. Pada Gambar tersebut terlihat bahwa masih cukup banyak jembatan yang memiliki konstruksi kayu. Jembatan jenis ini harus ditingkatkan kemampuannya untuk 5 tahun ke depan dan masih perlunya dibangun jembatan-jembatan baru untuk memperlancar transportasi barang dan jasa di Kabupaten Tebo.
Pada tahun 2006 telah diresmikan pula jembatan penampuayan sepanjang 140 m, yang melintasi sungai Batang Tebo Muara Tebo, guna membuka akses jalan ke Desa Tengah Ulu, Betung Bedarah dan Wilayah Kuamang Kuning Kab. Bungo, ruas jalan ini diharapkan dapat menjadi ruas jalan Propinsi.
Aspek penting dalam pembangunan infrastruktur jalan yang mendapat prioritas lima tahun kedepan adalah pembangunan infrastruktur jalan pada wilayah strategis dan cepat tumbuh. Perlu dibangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Tebo selain Rimbo Bujang dan Kota Tebo. Pusat pertumbuhan tersebut diharapkan dapat memacu pertumbuhan dan kegiatan ekonomi yang lebih baik bagi kawasan di sekitarnya. Untuk itu kawasan pusat pertumbuhan ekonomi baru ini harus dilengkapi dengan sarana jalan dan prasarana ekonomi seperti pasar, perbankan yang memadai. Infrastruktur jalan yang dibangun tidak hanya pada kawasan pusat pertumbuhan tetapi juga akses jalan dari dan ke kawasan/Desa/Dusun yang berada disekitarnya.
Untuk kawasan pertumbuhan Rimbo Bujang (termasuk Rimbo Ilir dan Rimbo Ulu) perlu dibangun dan ditingkatkan kualitas jalan yang menghubungkan Rimbo Bujang dengan kawasan/Desa/Dusun sekitarnya sehingga mobilitas masyarakat dari kawasan sekitar Rimbo Bujang ke Rimbo Bujang sebagai pusat pertumbuhan dapat semakin baik dan lancar. Dengan perbaikan infrastruktur jalan ini maka efek dari kemajuan ekonomi Rimbo Bujang dapat lebih dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat yang berada disekitarnya.
Sejalan dengan pembangunan sarana prasarana jalan maka perlu pula didukung dengan pembangunan terminal terpadu guna untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dibidang angkutan, baik dari desa ke kota dalam Kabupaten Tebo, AKDP maupun AKAP. Adapun kondisi arus keluar masuk kendaraan penumpang dan barang di Kabupaten Tebo dilihat dari tujuan dan keberangkatan adalah sebagai berikut :
1. Rute AKAP sebanyak 12 Unit: yang dilayani dari Jawa (Jakarta) – Rimbo Bujang (PP) sebanyak 7 Unit dan Medan – Rimbo Bujang 5 Unit
2. Rute AKDP sebanyak 42 Unit: yang melayani Muara Tebo - Jambi sebanyak 12 Unit, Pulau Musang – Muara Tebo – Jambi 6 Unit, Rimbo Bujang – Muara Tebo - Jambi 12 unit, dan Pulau Temiang – Muara Tebo - Jambi 12 Unit
3. Sedangkan untuk Arus barang yang masuk dan keluar melalui jalur darat: melalui rute Muara Tebo – Rimbo Bujang - Padang, Rimbo Bujang - Muara Tebo – Jambi, Muara Tebo - Kerinci, dan Rimbo Bujang – Muara Tebo - Medan, Rimbo Bujang – Pekan Baru, Rimbo Bujang – Jawa.
Sedangkan untuk angkutan pedesaan melayani rute angkutan arus barang dan orang dalam wilayah Kota Muara Tebo dan Rimbo Bujang adalah sebagai berikut :
1. Rute Angkutan Pedesaan sebanyak 103 unit untuk angkutan pulang pergi dengan rute Muara Tebo - Batas Bungo, Tebo – Sungai Rambai, dan Muara Tebo - Sungai keruh., Muara Tebo - Rimbo Bujang, Muara Tebo - Sungai Bengkal, Muara Tebo – Pulau Temiang, Muara Tebo - Muara Tabir, Muara Tebo - Teluk singkawang, Muara Tebo – Serai Serumpun, Muara Tebo - Alai Ilir, Muara Tebo – Rimbo Ulu.
2. Rimbo bujang - Muara Bungo, Muara Tebo - Tengah ilir dan Muara Tebo - Muara Bungo.
Selain transportasi darat, transportasi sungai juga penting bagi perkembangan dan kemajuan masyarakat Tebo. Hal ini disebabkan sebagian besar desa-desa di Kabupaten Tebo berada di pinggiran sungai. Data menunjukkan bahwa panjang sungai besar yang melalui Kabupaten Tebo mencapai 482 km yang terdiri dari Batang Hari sepanjang 300 km, Batang Sumay 70 km, Batang Tabir 52 km, Batang Langsisip 23 km, Batang Tebo 29 km dan batang Jujuhan sepanjang 7 km.
Sungai yang sedemikian panjang di Kabupaten Tebo dapat menjadi potensi besar untuk menunjang pembangunan jika dapat dikelola dengan baik. Dengan transportasi sungai maka biaya transportasi akan relatif lebih murah dibandingkan dengan alat transportasi lain. Keunggulan komperatif ini jika dimanfaatkan dengan baik akan memberikan keuntungan besar bagi masyarakat. Dengan biaya transportasi yang murah maka harga jual hasil usaha masyarakat akan lebih tinggi sementara harga komoditi konsumsi masyarakat akan lebih rendah. Keuntungan dua sisi ini akan sangat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
|